
Momuung.co.id – Kehadiran si Kecil tentu menjadi momen yang penuh rasa syukur dan kebahagiaan bagi Mommy dan Paksu. Selain memberikan perawatan terbaik sejak hari pertama kehidupannya, banyak orang tua juga ingin menyambut buah hati dengan doa-doa yang baik sebagai bentuk harapan dan ikhtiar agar ia tumbuh sehat, saleh atau salehah, serta selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Dalam Islam, terdapat beberapa amalan dan doa yang dapat dibacakan untuk bayi yang baru lahir, mulai dari doa perlindungan hingga doa keberkahan. Yuk, simak urutan tata cara dan bacaan doa bayi baru lahir berikut ini agar Mommy dan Paksu bisa mengamalkannya dengan lebih mudah. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran si Kecil, Mommy dan Paksu dapat mengamalkan beberapa doa dan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Tidak perlu terburu-buru, lakukan dengan tenang dan penuh kasih sayang agar si Kecil tetap merasa nyaman.
Salah satu sunnah yang sering dilakukan setelah bayi lahir adalah mengumandangkan azan dengan suara lembut di telinga kanan si Kecil. Tujuannya agar kalimat tauhid menjadi salah satu suara pertama yang didengarnya sejak hadir ke dunia.
Setelah azan, Mommy atau Paksu dapat melanjutkan dengan membacakan iqamah di telinga kiri bayi. Tradisi ini banyak diamalkan sebagai bagian dari penyambutan bayi dalam lingkungan Islam.
Setelah azan dan iqamah, Mommy dan Paksu bisa membacakan doa berikut untuk memohon agar si Kecil tumbuh menjadi anak yang baik, cerdas, dan taat kepada Allah SWT.
اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا
Latin: Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ia anak yang baik, bertakwa, dan memiliki petunjuk yang benar. Tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”
Mommy juga dapat membacakan Surat Al-Ikhlas sebagai bentuk pengenalan tauhid sejak dini kepada si Kecil.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ اللّٰهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
Selain Al-Ikhlas, Mommy juga bisa menambahkan bacaan Surat Al-Fatihah, Al-Falaq, An-Nas, atau Ayat Kursi.
Membaca Surat Al-Qadr (kemuliaan) di telinga kanan bayi bertujuan agar jalan hidup si Kecil kelak dipenuhi dengan kemuliaan dan kesejahteraan dari Allah SWT:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-maelakat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”
Mommy dapat membacakan potongan doa dari QS. Ali ‘Imran ayat 36 yang dahulu dipanjatkan oleh ibunda Maryam.
وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin: Wa innî u’îdzu-hâ bika wa dzurriyyatahâ minas-syaithânir rajîm.
Artinya: “Aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari godaan setan yang terkutuk.”
Doa ini merupakan doa yang diajarkan Rasulullah SAW untuk memohon perlindungan Allah bagi anak-anak dari berbagai keburukan.
أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللّٰهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin: U’îdzuka bi kalimâtillâhit-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmah wa min kulli ‘ainin lâmmah.
Artinya: “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang yang berbahaya, dan dari setiap pandangan mata yang membawa keburukan.”
Sebagai penutup, Mommy dan Paksu dapat mengucapkan doa keberkahan yang biasa disampaikan kepada keluarga yang baru dikaruniai buah hati.
بَارَكَ اللّٰهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ
Latin: Bârakallâhu laka fil mauhûbi laka wa syakartal wâhiba wa balagha asyuddahu wa ruziqta birrahu.
Artinya: “Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, menjadikanmu termasuk orang yang bersyukur kepada Sang Pemberi, menjadikan anak itu tumbuh dewasa dengan baik, dan mengaruniakan bakti darinya kepadamu.”
Mommy juga bisa menambahkan doa singkat yang dinukil dari ulama salaf:
جَعَلَهُ اللّٰهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ
Latin: Ja’alahullâhu mubârakan ‘alaika wa ‘alâ ummati Muhammadin.
Artinya: “Semoga Allah menjadikannya anak yang penuh keberkahan untukmu dan bagi umat Nabi Muhammad SAW.”
Mendoakan si Kecil tidak harus dilakukan sekaligus atau dalam suasana yang formal ya, Mom. Mommy dan Paksu bisa membacakan doa-doa tersebut di sela momen sederhana, misalnya saat menggendong, menenangkan bayi menjelang tidur, atau setelah selesai menyusui. Suara lembut dari orang tua dan sentuhan penuh kasih sayang dapat menjadi cara indah untuk mempererat bonding dengan si Kecil sejak hari-hari pertama kehidupannya.
Selain memberikan perhatian pada kebutuhan spiritual bayi, penting juga untuk memperhatikan kenyamanan dan keamanan si Kecil dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat menyusu. Jika Mommy masih sering menyusui bayi dalam keadaan dibedong, yuk cari tahu dulu faktanya melalui artikel “4 Alasan Bayi Sebaiknya Tidak Menyusu dalam Keadaan Dibedong” agar pengalaman menyusui menjadi lebih nyaman bagi Mommy maupun si Kecil.
Kalau Mommy dan Paksu sudah mengamalkan doa-doa di atas, yuk berbagi pengalaman di kolom komentar! Momen apa yang paling berkesan saat pertama kali menyambut kehadiran si Kecil? Semoga Mommy, Paksu, dan buah hati selalu diberikan kesehatan, keberkahan, serta kebahagiaan dalam setiap tahap tumbuh kembangnya.
Kehamilan2 Januari 2026
Kehamilan9 April 2026
Kehamilan12 Januari 2026
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.