
Momuung.com – Mommy, pernah khawatir karena kepala Si Kecil masih terlihat terkulai saat digendong atau diangkat? Tenang, Mom, hal ini bisa terjadi karena otot leher bayi masih dalam tahap berkembang. Kondisi ketika kepala bayi masih tertinggal saat tubuhnya diangkat ini dikenal sebagai headlag.
Di usia 3 bulan, Mommy bisa mulai memberikan stimulasi sederhana untuk membantu Si Kecil melatih kekuatan otot leher, bahu, dan tubuhnya. Yuk, cari tahu Cara stimulasi bayi 3 bulan yang bisa dilakukan di rumah untuk mendukung tumbuh kembangnya!
Sebelum mengajak Si Kecil belajar membalikkan badan atau rolling over, Mommy perlu memperhatikan kemampuan kontrol kepala dan lehernya. Kemampuan ini merupakan bagian dari perkembangan motorik kasar (gross motor skills) dan akan terus berkembang seiring bertambahnya usia.
Namun, Mommy tidak perlu menunggu sampai Si Kecil benar-benar “bebas headlag” untuk mulai memberikan stimulasi. Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Pada sekitar usia 4 bulan, salah satu milestone yang umumnya sudah dicapai sebagian besar bayi adalah mampu menahan kepala dengan stabil tanpa bantuan saat digendong. Di usia yang sama, bayi juga mulai mampu mendorong tubuhnya dengan siku atau lengan bawah saat berada dalam posisi tengkurap (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2025).
Kontrol kepala yang semakin baik membantu Si Kecil belajar mengendalikan posisi tubuhnya saat bergerak. Kemampuan ini juga menjadi bagian dari proses menuju berbagai keterampilan motorik berikutnya.
Beberapa kemampuan yang berkembang secara bertahap antara lain:
Jadi, daripada fokus mengejar target agar Si Kecil “bebas headlag”, lebih baik Mommy memberikan kesempatan untuk bergerak dan bermain sesuai tahap perkembangannya.
Saat kontrol kepala dan tubuh Si Kecil mulai berkembang, Mommy bisa memberikan stimulasi sederhana untuk membantunya mengenal berbagai gerakan tubuh. Salah satunya adalah dengan mengajak Si Kecil mengeksplorasi gerakan yang mengarah ke kemampuan berguling atau rolling over.
Namun, perlu diingat bahwa Mommy tidak perlu memaksa Si Kecil untuk segera bisa berguling. Setiap bayi memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Pada sekitar usia 4 bulan, sebagian besar bayi mulai mampu menahan kepala dengan stabil saat digendong dan mendorong tubuhnya dengan siku atau lengan bawah ketika berada dalam posisi tengkurap (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2025).
Mommy bisa mencoba stimulasi sederhana berikut:

Selain latihan untuk mengenalkan gerakan berguling, Mommy juga bisa memberikan berbagai aktivitas sederhana saat bermain. WHO menganjurkan bayi mendapatkan kesempatan untuk aktif beberapa kali dalam sehari melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya, terutama permainan interaktif di lantai (World Health Organization [WHO], 2020).
Tummy time adalah aktivitas bermain dalam posisi tengkurap ketika Si Kecil sedang terjaga dan selalu dalam pengawasan.
Mommy bisa berbaring di depan Si Kecil, mengajaknya berbicara, atau meletakkan mainan di depannya agar ia tertarik mengangkat kepala dan melihat ke arah depan.
Aktivitas ini memberikan kesempatan bagi bayi untuk berlatih mengangkat kepala dan menopang tubuh dengan lengan. WHO merekomendasikan bayi yang belum dapat bergerak secara mandiri mendapatkan setidaknya 30 menit tummy time sepanjang hari, yang dapat dibagi menjadi beberapa sesi (WHO, 2020).
Berikan Si Kecil waktu untuk bermain di atas play mat atau alas yang aman. Biarkan ia menggerakkan tangan, kaki, dan tubuhnya dengan bebas.
Mommy bisa menemani sambil mengajak Si Kecil berbicara, bernyanyi, atau memberikan mainan yang sesuai dengan usianya. Aktivitas bermain seperti ini memberikan kesempatan bagi bayi untuk bergerak sekaligus mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya.
Saat Si Kecil sedang telentang, coba letakkan mainan yang menarik perhatiannya di dekat sisi kanan atau kiri tubuh. Gerakkan mainan secara perlahan dari satu sisi ke sisi lainnya agar Si Kecil tertarik mengikuti dengan pandangan. Jika ia mulai menggerakkan kepala, tangan, atau tubuhnya untuk mengikuti mainan, biarkan ia mengeksplorasi gerakan tersebut sesuai kemampuannya.
Pilih mainan dengan bentuk, suara, atau warna yang menarik perhatian Si Kecil, tetapi hindari menggerakkannya terlalu cepat. Berikan waktu agar ia dapat fokus, mengikuti arah mainan, dan merespons dengan gerakannya sendiri.
Kalau Mommy masih bingung memilih mainan yang sesuai untuk mendukung aktivitas bermain Si Kecil, nggak perlu khawatir. Ada banyak pilihan mainan untuk bayi 0-6 bulan yang bisa digunakan untuk memberikan stimulasi sensorik sekaligus mendukung perkembangan motoriknya. Yuk, cari tahu rekomendasinya di artikel 4 Rekomendasi Mainan Bayi 0-6 Bulan untuk Melatih Sensorik dan Motoriknya.
Mommy juga bisa mengajak Si Kecil bermain dengan menggerakkan tangan dan kakinya secara lembut. Misalnya, Mommy dapat membantu menggerakkan kedua kakinya secara bergantian seperti gerakan mengayuh.
Pastikan gerakannya perlahan dan tidak memaksa. Jika Si Kecil terlihat tidak nyaman, langsung hentikan aktivitas.
Selain memberikan stimulasi tertentu, jangan lupa memberikan waktu bagi Si Kecil untuk bergerak dan bermain secara bebas ketika terjaga.
Biarkan ia mencoba menggerakkan:
Kesempatan untuk aktif bergerak dan bermain merupakan bagian penting dari aktivitas fisik bayi. WHO merekomendasikan bayi aktif beberapa kali sehari melalui berbagai aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya (WHO, 2020).
Stimulasi bukan bertujuan membuat Si Kecil mencapai milestone lebih cepat. Tujuannya adalah memberikan kesempatan yang aman untuk bergerak, bermain, dan mengenal kemampuan tubuhnya.
Setiap bayi dapat mencapai milestone motorik pada waktu yang berbeda. Jadi, jika Si Kecil belum bisa berguling di usia 3 bulan, Mommy tidak perlu langsung khawatir.
Namun, jika Mommy melihat kontrol kepala Si Kecil tidak berkembang, kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dikuasai, atau memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan geraknya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak. CDC juga menganjurkan orang tua membicarakan kekhawatiran perkembangan dengan tenaga kesehatan dan tidak menunggu terlalu lama jika merasa ada sesuatu yang tidak sesuai (CDC, 2025).
Setiap bayi memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda. Jadi, jika Si Kecil belum bisa melakukan semua gerakan seperti bayi lain seusianya, Mommy tidak perlu langsung panik. Namun, ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika kemampuan Si Kecil terlihat jauh berbeda atau tidak menunjukkan perkembangan dari waktu ke waktu.
Pada usia sekitar 4 bulan, misalnya, sebagian besar bayi sudah mulai mampu menahan kepala dengan stabil saat digendong dan menopang tubuh dengan siku atau lengan bawah ketika tengkurap (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2025).
Mommy sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak jika Si Kecil menunjukkan beberapa kondisi berikut:
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.